Puisi Bingung
Bingung
Saya sangat bingung
saya tidak tahu harus apa
saya tidak tahu mau ngapain
Saya disuruh buat puisi
Tapi saya bingung cara membuatnya
Akhirnya saya hanya melamung pada kertas ksosong
Saya sangat bingung
end
kisah perselingkuhan yang amat menbingungkan
suatu hari seorang kakek pemilik perusahaan ingin melakukan kunjungan kerja ke luar negeri selama 1 minggu dengan mengajak sekretarisnya
" lusa kamu ikut saya untuk bertemu kolega di luar negeri selama 1 minggu." perintah pemilik perusahaan
"baik pak", jawab sekretaris
lalu sekretaris bilang ke suaminya bahwa dia akan rapat kerja selama seminggu diluar negeri bersama owner perusahaan
dengan cepat sang suami memberi izin dan meberi tahu selingkuhannya
" sayang, istriku lusa nanti mau pergi selama seminggu. kamu mau gak nanti ke puncak" telpon sang suami ke selingkuhan
selingkuahan sang suami yang berprofersi sebagai guru memeberi tahu muridnya kalau akan libur selama seminggu karena ibu guru ada rapat kerja di luar kota
setelah ada pengumunan, anak-anak sekolah libur selama seminggu
mendapat libur seminggu, seorang anak perempuan ingin bermain dengan sang kakek
menegetahui cucu kesayangan sedang libur, sang kakek sekaligus seorang owner sebuah perusahaan membatalkan kunjungannya selama seminggu untuk keluar negeri
menyebakan sang istri tidak jadi pergi
end
Cerita Pendek
Blog seputar cerita pendek mengenai kehidupan sehari hari mulai dari cerita lucu, aneh sampai cerita sedih
Jumat, 18 November 2016
Sabtu, 12 November 2016
Dilema Dompet dan Wajah Preman
Sebagai
salah satu pengurus mushola di tempat saya tinggal, saya di minta untuk membeli
sejumlah sejadah di tanah abang.
Seketika
itu sangat ingat bahwa ada teman saya yang memiliki toko di tanah abang. Lantas
saya mengontaknya
Singkatnya
saya dapat sejadah dengan harga yang bisa di bilang murah berkat bantuan dia
Agar
mudah membawa pulangnya nanti, saya mengajak Joni. Pemuda di dekat rumah saya
tinggal. Orang yang tinggi, dengan kulit hitam.pasti cocok jadi "
bodyguard" saya belanja
Sampai
disana teryata jalan sangat macet. Dan banyak parkiran pinggir jalan yang
penuh. Jadi saya memutuskan agar joni menunggu diluar dan saya masuk sendirian
mengingat pasti tidak makan waktu yang lama karena sudah " deal-deal"
lewat sms
Sekitar
setengah jam saya keluar dan mendapati joni sudah di kepung oleh beberapa orang
yang terlihat sedang kesal
Saya
cepat-cepat menghampiri dan bertanya ada apa
Salah
pemuda disana mengatakan kalau joni di tuduh mencopet ibu yang sedang belanaja
"
udah gebukin aja biar ngaku.." teriak orang yang dari tadi sudah terlihat
kesal sambil memegang balok kayu
"Bukan
gue yanng ambil, orang saya lagi duduk ntu ibu duduk disamping dan tau tau
bilang dompetnya ilang.." bantah joni
"Tadi
ada sebelumnya, terus sekarang gak ada pas kamu duduk disamping saya.."
ibu itu melanjutkan
Suasana
makin panas karena kondisi jalan yang macet.makin banyak orang yang menonton
kemudian sontak ingin ikut menghakimi joni
Kami
bertiga berada ditengah krumunan massa, mengingat saya memakai baju koko dengan
peci. Pemuda masih menahan diri
Joni berkulit hitam, memakai kaos dan celana
sobek di bagian dengkul. Banyak yang
langsung menilai joni kriminal pasar
Joni
tetap membantah tidak mengambil, namun ibu tadi tetap ngotot karena sebelum
duduk disana donpetnya masih ada
"Jika
gak mau ngaku. Saya panggil saudara saya yang di polsek tanah abang.."
teriak ibu dengan mata melotot.
Makin
membuat massa makin ramai
Saya
coba menengahi dengan bertanya kronologinya. Tapi karena suasan terlanjur
panas, sang ibu hanya bilang temen kamu itu cepetan suruh ngaku
Dari
belakang mulai ada yang memukul kepala joni sesekali, namun ada yang tetap
menahan juga
Dan
keadaan saat ada seorang perempuan
menyelinap ketengah kerumunan, tempat saya berada sambil membawa tas
kecil
"
bu akhirnya ketemu juga.." sambil berusaha tegak berdiri karena berdesakan
"Loh.ada
apa mir?", sahut ibu itu
"Ini
dompet ibu jatuh depat pintu, saya di suruh anterin sama non siska.."
lanjut kembali wanita muda itu
Seketika
kami semua melihat ke arah wanita itu tanpa bicara
Saya
hanya bisa mengambil kesimpilan kalau ibu tadi meninggalkan dompetnya dirumah
dan baru sadar saat duduk di sebelah joni
Joni
marah bukan main karena kesalah si ibu
"Nah.
Ini ada dompetnya dirumah lu, kenapa nuduh gue??" tanya joni dengan muka
merah
"Ia
maaf ya. Saya khilaf .." jawab sang ibu dengan wajah polos
"Saya
gk keterima, saya hampir di pukulin.."
Teriak
joni sambil memegang tangan si ibu..
Dan
tangan satunya seperti ingin menampar
Dan
saat joni ingin menampar
Mama
gue bangunin, sambil bilang..
"Lu
mw kerja gk, udah jam 8, jangan mimpi mulu..."
ketika sekolah
dulu sewaktu saya kecil saya ingin sekali sekolah...
melihat baju seragam warna hijau mungkin akan terlihat keren saat memakainya
saat usia mulai dirasa orang tua cukup, saya mulai masuk ke dunia pendidikan
dari taman kanak kanak saya mulai mengenal huruf dan angka
ujian di akhir periode sangat mudah
lalu masuk sekolah dasar yang saat itu masih mengunakan sistem catur wulan
setiap 4 bulan ujian, hingga kelas 3..
memasuki sistem smester membuat segalanya barubah
setiap hari matematika, ipa, ips, b inggris mulai terlihat seperti neraka
Berfikir keras, berharap cepat masuk sekolah menengah pertama
aku selalu berfikir kenapa matematika harus membagi 1 menjadi banyak bagian
menghafal setiap alat dsekolah dengan bahasa asing
sekarang aku telah resmi menjadi siswa smp
dan teryata menajdi siswa di tingkat ini menjadi lebih gila
bukan sekedar menghapal benda, namun harus mampu tanya jawab dengan bahasa "itu"
pembimbing paling bisa menutupi watak sesunggunya
menjadikan kertas koran yang lemah gemulai menjadi senjata menyakitkan
namun tenang karena hanya 3 tahun saya harus berada disini
memasuki sekolah tingkat atas...
disini seperti markas setan
meraka memasukin alphabet pada pelajaran matematika
angka saja sudah gila, ditambah alfabet, jadi.. ah sudahlah..
Selasa, 06 Oktober 2015
Cerita Pendek Tentang Jalan Hidup
saya tidak peduli tentang apa yang dikatakan orang lain. Jadi, apapun yang mereka katakan tidak berpengaruh terhadap hidup saya. baik jalanya maupun arahnya.
Langganan:
Postingan (Atom)